Favorite place for share on cyber. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

keep positive thinking
and everything's gonna be okay...

Jenis Virus Komputer

Terdapat beberapa jenis virus dikomputer, pada posting kali ini akan dijelaskan beberapa sebagai berikut:

  • Worm
  • Trojan horse
  • Backdoor
  • Spyware
  • Rogue
  • Rootkit
  • Polymorphic virus dan Metamorphic virus
  • Virus Ponsel
  • Wabbit
  • Keylogger
  • Browser Hijacker
Worm
Kinerja virus ini adalah menduplikatkan dirinya sendiri pada harddisk. Ini membuat sumber daya komputer atau harddisk menjadi penuh akan worm itu.Worm ditujukan kepada program yang mengkopi dirinya sendiri ke memory komputer saja. Perbedaan mendasar dari worm dan virus adalah, apakah menginfeksi target code atau tidak. Virus menginfeksi target code, tetapi worm tidak. Worm hanya tinggal di memory. Worm dapat dengan cepat memperbanyak diri dan biasanya dilakukan pada media LAN atau Internet, resources jaringan yang terinfeksi akan habis bandwidthnya dibanjiri oleh worm yang akan mengakibatkan melambatnya aliran data. Worm umumnya berbentuk file executable (berekstensi .EXE atau .SCR), yang terlampir (attach) pada email. Namun demikian, ada beberapa jenis worm yang berbentuk script yang ditulis dalam bahasa Visual Basic (VBScript). 
Contoh virus ini misalnya: I-Worm/Happy99(Ska), I-Worm/ExploreZIP, dll.

Trojan Horse
Kinerja virus ini biasanya mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu sendiri. Virus ini diproduksi dengan tujuan jahat. Konsep yang digunakan seperti pada zaman romawi kuno, Berbeda dengan virus, Trojan Horse tidak dapat memproduksi diri sendiri. Pada umumnya, mereka dibawa oleh utility program lainnya. Utility program tersebut mengandung dirinya, atau Trojan Horse itu sendiri ber”lagak” sebagai utility program. 
Contoh virus ini misalnya: Win-Trojan/Back Orifice, Win-Trojan/SubSeven, Win- Trojan/Ecokys, dll.

Backdoor
Kinerja virus ini mungkin hampir sama dengan trojan. Namun, Backdoor bisanya menyerupai file yang baik-baik saja. Misalnya game. Backdoor atau “pintu belakang”, dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya). Disebut juga sebagai back door.
Contoh virus ini misalnya: backdoor.zagaban, dll

Spyware
Kinerja virus ini merupakan perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu. Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account. Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware. Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini. Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.

Rogue
Merupakan program yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut. Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus lain.

Rootkit
Virus yang bekerja menyerupai kerja sistem komputer yang biasa saja.

Polymorphic virus dan Metamorphic virus
Polymorphic virus merupakan virus ini dirancang buat mengecoh program antivirus, artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.
Contoh virus ini misalnya: Necropolis A/B, Nightfall, dll.
Sedangkan Metamorphic virus merupakan virus yangmengubah pengkodeannya sendiri agar lebih sulit dideteksi.

Virus ponsel
Virus yang berjalan di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon seluler. 

Wabbit
Istilah ini mungkin asing, tetapi memang ada Malware tipe ini. Seperti worm, wabbit tidak membutuhkan suatu program dan dokumen untuk bersarang. Tetapi berbeda dengan worm yang menyebarkan diri ke komputer lain menggunakan jaringan, wabbit menggandakan diri secara terus menerus di dalam sebuah komputer lokal dan hasil penggandaan itu akan menggerogoti sistem. Kinerja komputer akan melambat karena wabbit memakan sumber daya yang lumayan banyak. Selain sumber daya itu, wabbit bisa diprogram untuk memiliki efek samping yang efeknya mirip dengan Malware lain. Kombinasi-kombinasi Malware seperti inilah yang bisa sangat berbahaya.

Keylogger
Keylogger adalah suatu perangkat lunak yang mencatat semua tekanan tombol keyboard. Catatan yang disimpan dalam suatu file yang bisa dilihat kemudian hari secara lengkap. Di dalamnya bisa terdapat informasi seperti aplikasi tempat penekanan tombol dilakukan dan waktu penekanan. Dengan cara ini, seseorang bisa mengetahui username, password, dan berbagai informasi lain yang dimasukkan dengan cara pengetikan. Pada tingkat yang lebih canggih, keylogger mengirimkan log yang biasanya berupa file teks itu ke seseorang. Tentu saja itu dilakukan tanpa sepengetahuan si korban. Pada tingkat ini pula keylogger bisa mengaktifkan diri ketika pengguna komputer melakukan tindakan tertentu. Misalnya ketika pengguna komputer membuka situs e-Banking, keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard di situs itu dengan harapan nomor PIN dapat dicatat. Keylogger ini cukup berbahaya karena secanggih apapun enkripsi yang diterapkan oleh suatu website, password tetap dapat diambil. Pasalnya, password itu diambil sebelum sempat dienkripsi oleh sistem. Jadi, keylogger merekam sesaat setelah password diketikkan dan belum diproses oleh sistem.

Browser Hijacker
Browser Hijacker mengarahkan browser yang seharusnya menampilkan situs yang sesuai dengan alamat tetapi dimasukkan ke situs lain. Itu contoh yang paling parah yang disebabkan oleh browser hijacker. Contoh lain yang bisa dilakukan oleh pembajak ini adalah menambahkan bookmark, mengganti homepage, serta mengubah pengaturan browser. Bicara mengenai browser disini boleh yakin 100% browser yang dibicarakan adalah Internet Explorer. Selain karena Internet Explorer adalah buatan Microsoft, raksasa penghasill perangkat lunak yang produknya sering dijadikan sasaran serangan cracker, Internet Explorer telah menyatu dengan Windows, sistem operasi milik Microsoft yang juga banyak diserbu oleh cracker.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Virus

The term ``computer virus'' was formally defined by Fred Cohen in 1983, while he performed academic experiments on a Digital Equipment Corporation VAX system. Viruses are classified as being one of two types: research or ``in the wild.'' A research virus is one that has been written for research or study purposes and has received almost no distribution to the public. On the other hand, viruses which have been seen with any regularity are termed ``in the wild.'' The first computer viruses were developed in the early 1980s. The first viruses found in the wild were Apple II viruses, such as Elk Cloner, which was reported in 1981 [Den90]. Viruses have now been found on the following platforms:

  • Apple II
  • IBM PC
  • Macintosh
  • Atari
  • Amiga
Note that all viruses found in the wild target personal computers. As of today, the overwhelming number of virus strains are IBM PC viruses. However, as of August 1989, the number of PC, Atari ST, Amiga, and Macintosh viruses were almost identical (21, 22, 18, and 12 respectively [Den90]). Academic studies have shown that viruses are possible for multi-tasking systems, but they have not yet appeared. This point will be discussed later.
Viruses have ``evolved'' over the years due to efforts by their authors to make the code more difficult to detect, disassemble, and eradicate. This evolution has been especially apparent in the IBM PC viruses; since there are more distinct viruses known for the DOS operating system than any other.
The first IBM-PC virus appeared in 1986 [Den90]; this was the Brain virus. Brain was a boot sector virus and remained resident. In 1987, Brain was followed by Alameda (Yale), CascadeJerusalem,Lehigh, and Miami (South African Friday the 13th). These viruses expanded the target executables to include COM and EXE files. Cascade was encrypted to deter disassembly and detection. Variable encryption appeared in 1989 with the 1260 virus. Stealth viruses, which employ various techniques to avoid detection, also first appeared in 1989, such as Zero BugDark Avenger and Frodo (4096 or 4K). In 1990, self-modifying viruses, such as Whale were introduced. The year 1991 brought the GP1 virus, which is ``network-sensitive'' and attempts to steal Novell NetWare passwords. Since their inception, viruses have become increasingly complex.
Examples from the IBM-PC family of viruses indicate that the most commonly detected viruses vary according to continent, but StonedBrainCascade, and members of the Jerusalem family, have spread widely and continue to appear. This implies that highly survivable viruses tend to be benign, replicate many times before activation, or are somewhat innovative, utilizing some technique never used before in a virus.
Personal computer viruses exploit the lack of effective access controls in these systems. The viruses modify files and even the operating system itself. These are ``legal'' actions within the context of the operating system. While more stringent controls are in place on multi-tasking, multi-user operating systems, configuration errors, and security holes (security bugs) make viruses on these systems more than theoretically possible.
This leads to the following initial conclusions:
  • Viruses exploit weaknesses in operating system controls and human patterns of system use/misuse.
  • Destructive viruses are more likely to be eradicated.
  • An innovative virus may have a larger initial window to propagate before it is discovered and the ``average'' anti-viral product is modified to detect or eradicate it.
It has been suggested that viruses for multi-user systems are too difficult to write. However, Fred Cohen required only ``8 hours of expert work'' [Hof90] to build a virus that could penetrate a UNIX system. The most complex PC viruses required a great deal more effort.
Yet, if we reject the hypothesis that viruses do not exist on multi-user systems because they are too difficult to write, what reasons could exist? Perhaps the explosion of PC viruses (as opposed to other personal computer systems) can provide a clue. The population of PCs and PC compatibles is by far the largest. Additionally, personal computer users exchange disks frequently. Exchanging disks is not required if the systems are all connected to a network. In this case large numbers of systems may be infected through the use of shared network resources.
One of the primary reasons that viruses have not been observed on multi-user systems is that administrators of these systems are more likely to exchange source code rather than executables. They tend to be more protective of copyrighted materials, so they exchange locally developed or public domain software. It is more convenient to exchange source code, since differences in hardware architecture may preclude exchanging executables.
The advent of remote disk protocols, such as NFS (Network File System) and RFS (Remote File System), have resulted in the creation of many small populations of multi-user systems which freely exchange executables. Even so, there is little exchange of executables between different ``clusters'' of systems.

Kesimpulan tambahan berikut dapat dibuat:
  • Menyebarkan virus memerlukan populasi besar sistem homogen dan tukar menukar software dieksekusi.
sumber:



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

First Earphone In-Ear with Wi-Fi

Apakah sudah dengar tentang earphone in-ear pertama yang menggunakan wifi ? mari kita simak liku-liku teknologi masa ini.. hehehe

Selama ini, kita sudah sering melihat headset tanpa kabel yang menggunakan koneksi Bluetooth. Kali ini, hadir earphone berbasis Wi-Fi pertama di dunia dari KOSS, Strivia Tap. Tampilannya tidak berbeda dengan headset Bluetooth biasa, dengan balutan warna hitam dan desain yang cukup minimalis.

 KOSS Striva Tap
Earphone berjenis in-ear (di dalam kuping) ini memiliki penerima Wi-Fi tertanam di dalamnya. Ada tiga pilihan cara penggunaan dengan KOSS Striva Tap ini. Pertama, Anda dapat langsung terhubung ke jaringan Wi-Fi untuk mendengarkan lagu secara streaming dari ratusan saluran radio Internet yang ada.

Kedua, Anda bisa menggunakan Content Access Point yang ditancapkan ke output stereo MP3 player, tablet atau smartphone untuk mendengarkan musik tanpa kabel dari sumber tersebut. Dan yang ketiga, Anda dapat memasang kabel ke Striva Tap untuk menggunakannya sebagai earphone in-ear biasa dengan kabel.

KOSS Striva Tap dapat bekerja dengan baik dalam jarak maksimum sekitar 90 meter dari sumber Wi-Fi. Baterai di dalamnya mampu menyokong kebutuhan mendengarkan musik selama 2 jam. Ini cukup memadai dan memang keterbatasan dari fisiknya yang mungil. Sementara untuk harga yang ditawarkan, Striva dibanderol dengan kisaran harga $ 500 dan bisa langsung dipesan melalui situs resmi KOSS.

Spesifikasi
Jangkauan frekuensi: 10Hz dan 20,000Hz
Jangkauan Wi-Fi: 90 meter (dalam lingkup pengoperasian optimal)
Input maksimum dalam Millivolts: 1.05V @1kHz —> 6% THD.
Sensitivitas: 95dB< 0.2% THD at 95dB SPL
AC adapter: 100/240Vac, 50/60Hz
Daya tahan baterai: 2 jam / 1,2 jam (STRIVA CAP mode)
Daya tahan baterai STRIVA CAP : 3 jam / 2 jam (STRIVA CAP mode)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS